ngubek2 internet dan ga sengaja dapet skripsi gw dalam bentuk PDF (thanks to original uploader). selamat membaca dan semoga menginspirasi untuk kehidupan yang lebih baik.
Tuesday, February 14
Sunday, January 22
yuk2... ikutan... :)
================================================================================
Teman, Keluarga, dan Kolega
Dua orang teman saya saat ini sedang terlibat dalam sebuah program kerja yang membutuhkan bantuan anda, terutama bantuan berupa buku-buku bacaan anda! Ide ini sangat hebat dan sederhana tapi sungguh kompleks dalam pengimplementasiannya, dan berharap dapat membuat orang-orang (semoga) berkata, “Saya mau membantu ini!” Singkatnya, mereka sedang mengumpulkan banyak buku dari berbagai pihak dan merencanakan untuk membuat acara besar satu hari menjual buku yang akan diadakan di tengah jalan di bundaran HI di Jl. Sudirman, salah satu jalan paling sibuk di Jakarta!!
Jadi, bagaimana cara membantunya? Sampai tanggal 10 September (meskipun mereka berharap masyarakat mau mendonasikan dari sekarang karena hal tersebut akan membantu mereka mengatur buku-buku tersebut lebih baik lagi) tim akan mengumpulkan buku-buku besar, buku-buku kecil, buku-buku orang dewasa, buku-buku anak kecil, komik, drama, buku dalam bahasa inggris, buku dalam bahasa Indonesia dan bahkan buku romantis sekalipun. Intinya, jika anda siap menyumbang buku yang mana saja, mereka siap terima buku tersebut.Jadi, mohon donasikan buku-buku anda.
Bagaimana cara saya memberikan buku-buku ini kepada mereka? Mudah sekali, cukup dengan mengirimkan saya sms ke nomor 0811 807 207 dan memberitahukan di mana letak kantor anda di Jakarta sehingga tim kami akan menjemput buku-buku tersebut!! Untuk teman dan kolega saya, saya akan tersedia jasa layanan jemput buku, sesederhana itu.
Bagaimana jika saya tidak mau Edwin mengambil buku saya - apakah ada cara lain? Tenang! Ada banyak lokasi untuk penyetoran buku anda. Yaitu: 40 outlet Starbucks dan di bawah Jalan Sudirman, Plaza Indonesia, Sekretariat Bike2Work Pondok Indah, Kedutaan besar Amerika Serikat di Menteng, BlitzMegaplex (drop buku-buku tersebut sebelum anda nonton bioskop), Newsroom Jakarta Globe di Kuningan, Caz Bar di Mega Kuningan, Eastern Promise diKemang, Bagel2bagel di Kemang, Habibiecenter di Kemang dan SbuxIndonesia di Kemang
Apa yang terjadi jika saya tinggal di Bandung? Maaf, kami hanya dapat menjemput buku anda di Jakarta tapi ada beberapa tempat di Bandung untuk menjadi lokasi penyetoran buku anda, yaitu: Bandung indah Plaza, Paris Van Java, Citywalk dan KM 97.
Jadi sebenarnya buku-buku tersebut untuk apa? Tim dari Taman Bacaan Pelangi, sebuah organisasi yang membuat perpustakaan kecil untuk anak-anak di desa Flores, NTT akan memilih beberapa buku tersebut untuk membawanya ke perpustakaan mereka di NTT. Sisa buku tersebut akan dijual di bundaran HI hari Minggu, tanggal 29 January 2012 selama Car Free Day. Dan semua dana yang terkumpul akan diberikan ke Taman Bacaan Pelangi untuk mendukung kerja hebat mereka di NTT.
Saya benar-benar ingin mendukung program ini, apakah ada cara lain untuk mendukung? Ya! Anda dapat mengopi dan menempel (paste) email ini dan kirimkan ke semua orang-orang yang anda kenal.Kami berharap mendapatkan bantuan yang besar. Sekali lagi, terima kasih telah membantu dan tim kami akan segera menjemput buku-buku tersebut dari kantor/rumah anda.
Salam manis,
(Ketik nama kamu yang ciamik di bawah kata ‘salam manis ini, hihihi)
———————————————————–------------------------------------------------------------
================================================================================
Teman, Keluarga, dan Kolega
Dua orang teman saya saat ini sedang terlibat dalam sebuah program kerja yang membutuhkan bantuan anda, terutama bantuan berupa buku-buku bacaan anda! Ide ini sangat hebat dan sederhana tapi sungguh kompleks dalam pengimplementasiannya, dan berharap dapat membuat orang-orang (semoga) berkata, “Saya mau membantu ini!” Singkatnya, mereka sedang mengumpulkan banyak buku dari berbagai pihak dan merencanakan untuk membuat acara besar satu hari menjual buku yang akan diadakan di tengah jalan di bundaran HI di Jl. Sudirman, salah satu jalan paling sibuk di Jakarta!!
Jadi, bagaimana cara membantunya? Sampai tanggal 10 September (meskipun mereka berharap masyarakat mau mendonasikan dari sekarang karena hal tersebut akan membantu mereka mengatur buku-buku tersebut lebih baik lagi) tim akan mengumpulkan buku-buku besar, buku-buku kecil, buku-buku orang dewasa, buku-buku anak kecil, komik, drama, buku dalam bahasa inggris, buku dalam bahasa Indonesia dan bahkan buku romantis sekalipun. Intinya, jika anda siap menyumbang buku yang mana saja, mereka siap terima buku tersebut.Jadi, mohon donasikan buku-buku anda.
Bagaimana cara saya memberikan buku-buku ini kepada mereka? Mudah sekali, cukup dengan mengirimkan saya sms ke nomor 0811 807 207 dan memberitahukan di mana letak kantor anda di Jakarta sehingga tim kami akan menjemput buku-buku tersebut!! Untuk teman dan kolega saya, saya akan tersedia jasa layanan jemput buku, sesederhana itu.
Bagaimana jika saya tidak mau Edwin mengambil buku saya - apakah ada cara lain? Tenang! Ada banyak lokasi untuk penyetoran buku anda. Yaitu: 40 outlet Starbucks dan di bawah Jalan Sudirman, Plaza Indonesia, Sekretariat Bike2Work Pondok Indah, Kedutaan besar Amerika Serikat di Menteng, BlitzMegaplex (drop buku-buku tersebut sebelum anda nonton bioskop), Newsroom Jakarta Globe di Kuningan, Caz Bar di Mega Kuningan, Eastern Promise diKemang, Bagel2bagel di Kemang, Habibiecenter di Kemang dan SbuxIndonesia di Kemang
Apa yang terjadi jika saya tinggal di Bandung? Maaf, kami hanya dapat menjemput buku anda di Jakarta tapi ada beberapa tempat di Bandung untuk menjadi lokasi penyetoran buku anda, yaitu: Bandung indah Plaza, Paris Van Java, Citywalk dan KM 97.
Jadi sebenarnya buku-buku tersebut untuk apa? Tim dari Taman Bacaan Pelangi, sebuah organisasi yang membuat perpustakaan kecil untuk anak-anak di desa Flores, NTT akan memilih beberapa buku tersebut untuk membawanya ke perpustakaan mereka di NTT. Sisa buku tersebut akan dijual di bundaran HI hari Minggu, tanggal 29 January 2012 selama Car Free Day. Dan semua dana yang terkumpul akan diberikan ke Taman Bacaan Pelangi untuk mendukung kerja hebat mereka di NTT.
Saya benar-benar ingin mendukung program ini, apakah ada cara lain untuk mendukung? Ya! Anda dapat mengopi dan menempel (paste) email ini dan kirimkan ke semua orang-orang yang anda kenal.Kami berharap mendapatkan bantuan yang besar. Sekali lagi, terima kasih telah membantu dan tim kami akan segera menjemput buku-buku tersebut dari kantor/rumah anda.
Salam manis,
(Ketik nama kamu yang ciamik di bawah kata ‘salam manis ini, hihihi)
———————————————————–------------------------------------------------------------
Monday, January 16
fun with math ( #mathandkuliner )
just for fun & little bit knowledge about math....
selamat menikmati
====================================================================
#mathandkuliner .... tmpt belajarnya disini kalo mau tau worldclasscad.com/culinary_math.… :)
12 minutes ago
#mathandkuliner |OR| konsep penentuan tmpt makan pd satu area ga beda dngan penentuan letak RS, PMK, pos polisi dsb sangat terkait covering
14 minutes ago
#mathandkuliner |vehicle routing II/supply chain mngmnt| tmpt makan yg modern menggunakan SCM yg rumit dlm mengelola persediaan bahan baku
17 minutes ago
#mathandkuliner |scheduling II | penjadwalan krywn tmpt makan 24 jam tidak beda konsepnya dng penjadwalan perawat, airlines crew dst
19 minutes ago
#mathandkuliner |game theory| pada saat tawar-menawar harga makanan (terutama buah2an)
26 minutes ago
#mathandkuliner |sampling theory| penting pada saat Anda akan membeli buah2an atau mencoba tmpt makan baru :)
26 minutes ago
#mathandkuliner itu bisa masuk fuzzy logic.... levl 5 krng pedes nih gw kasih lvl 10... XD RT @Sir_Andika Level Keripik Pedes
34 minutes ago
#mathandkuliner |topology| bentuk cantik dari berbagai kue tart... nyaammmm... jadi tmbh laper gw....
35 minutes ago
#mathandkuliner |measurement| dari 1 batch adonan tenyata dapat menghasilkan sebanyak x roti manis (lupa "x" berapa tepatnya)
46 minutes ago
#mathandkuliner |number theory| papan iklan tmpt makan yg paling eye catching adalah papan iklan yg menggunakan konsep "golden rasio"
47 minutes ago
#mathandkuliner |algebra| 1 cup = 8 fl. oz; 1.0 Liters = _____ fl. oz; 2000 mL = _____ Liter :)
47 minutes ago
#mathandkuliner |analisis real| kalo ada tmpt makan enak, semua orang konvergen ke sana walaupun penuh; case study: bebek boromeus :)
47 minutes ago
#mathandkuliner |scheduling| menentukan jadwal jaga lapak yg adil bagi pegawai2, apalagi kalo tmpt makannya buka 24 jam..
48 minutes ago
#mathandkuliner |vehicle routing| menentukan jarak terpendek dalam melakukan urutan mengantarkan delivery order (tentunya untk bbrp order).
48 minutes ago
#mathandkuliner |OR| kalau kita memasak untk bbrp orang (jamuan) memaksimumkan kepuasan tamu (jumlah hidangan); sbjct to biaya, bahan baku..
49 minutes ago
#mathandkuliner |optimasi| menentukan menggunakan wajan/panci mana yg paling pas untk membuat porsi lebih dari 1 orang...
50 minutes ago
#mathandkuliner |fuzzy logic| menentukan asin, kurang asin, terlalu asin, kurang manis, kurang pedas dst...
50 minutes ago
#mathandkuliner |Number| 3 butir telur, Susu 50 ml, Garam 1/2sdt, Merica 1/4 sdt, Batter 3 sdm, Bawang putih 1/4 sdt, dst ==> omelet :)
51 minutes ago
============================================
semua di posting pada tgl 16 januari 2011.... :)
selamat menikmati
====================================================================
#mathandkuliner .... tmpt belajarnya disini kalo mau tau worldclasscad.com/culinary_math.… :)
12 minutes ago
#mathandkuliner |OR| konsep penentuan tmpt makan pd satu area ga beda dngan penentuan letak RS, PMK, pos polisi dsb sangat terkait covering
14 minutes ago
#mathandkuliner |vehicle routing II/supply chain mngmnt| tmpt makan yg modern menggunakan SCM yg rumit dlm mengelola persediaan bahan baku
17 minutes ago
#mathandkuliner |scheduling II | penjadwalan krywn tmpt makan 24 jam tidak beda konsepnya dng penjadwalan perawat, airlines crew dst
19 minutes ago
#mathandkuliner |game theory| pada saat tawar-menawar harga makanan (terutama buah2an)
26 minutes ago
#mathandkuliner |sampling theory| penting pada saat Anda akan membeli buah2an atau mencoba tmpt makan baru :)
26 minutes ago
#mathandkuliner itu bisa masuk fuzzy logic.... levl 5 krng pedes nih gw kasih lvl 10... XD RT @Sir_Andika Level Keripik Pedes
34 minutes ago
#mathandkuliner |topology| bentuk cantik dari berbagai kue tart... nyaammmm... jadi tmbh laper gw....
35 minutes ago
#mathandkuliner |measurement| dari 1 batch adonan tenyata dapat menghasilkan sebanyak x roti manis (lupa "x" berapa tepatnya)
46 minutes ago
#mathandkuliner |number theory| papan iklan tmpt makan yg paling eye catching adalah papan iklan yg menggunakan konsep "golden rasio"
47 minutes ago
#mathandkuliner |algebra| 1 cup = 8 fl. oz; 1.0 Liters = _____ fl. oz; 2000 mL = _____ Liter :)
47 minutes ago
#mathandkuliner |analisis real| kalo ada tmpt makan enak, semua orang konvergen ke sana walaupun penuh; case study: bebek boromeus :)
47 minutes ago
#mathandkuliner |scheduling| menentukan jadwal jaga lapak yg adil bagi pegawai2, apalagi kalo tmpt makannya buka 24 jam..
48 minutes ago
#mathandkuliner |vehicle routing| menentukan jarak terpendek dalam melakukan urutan mengantarkan delivery order (tentunya untk bbrp order).
48 minutes ago
#mathandkuliner |OR| kalau kita memasak untk bbrp orang (jamuan) memaksimumkan kepuasan tamu (jumlah hidangan); sbjct to biaya, bahan baku..
49 minutes ago
#mathandkuliner |optimasi| menentukan menggunakan wajan/panci mana yg paling pas untk membuat porsi lebih dari 1 orang...
50 minutes ago
#mathandkuliner |fuzzy logic| menentukan asin, kurang asin, terlalu asin, kurang manis, kurang pedas dst...
50 minutes ago
#mathandkuliner |Number| 3 butir telur, Susu 50 ml, Garam 1/2sdt, Merica 1/4 sdt, Batter 3 sdm, Bawang putih 1/4 sdt, dst ==> omelet :)
51 minutes ago
============================================
semua di posting pada tgl 16 januari 2011.... :)
Friday, January 13
Thursday, December 22
Persamaan Kuadrat (Penurunan rumus ABC)
Wednesday, December 14
Pendidikan Yang Memotivasi dan Pendidikan Yang Mengancam
Kategori : Umum
oleh: RHENALD KASALI (Ketua Program MM UI)
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.
Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.
Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. "Maaf Bapak dari mana?" "Dari Indonesia," jawab saya. Dia pun tersenyum.
Budaya Menghukum
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.
"Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini, "lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! " Dia pun melanjutkan argumentasinya.
"Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.
Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.
Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.
Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.
Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Ini bukanlah untuk menunjukan bahwa negara lain lebih hebat daripada negara Indonesia, tapi marilah kita mencontoh sesuatu yang baik darimanapun negaranya.
Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.
Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.
Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti." Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.
Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.Melahirkan Kehebatan
Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.
Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.
Sumber : Milis Yahoogroups
oleh: RHENALD KASALI (Ketua Program MM UI)
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.
Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.
Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah. Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. "Maaf Bapak dari mana?" "Dari Indonesia," jawab saya. Dia pun tersenyum.
Budaya Menghukum
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.
"Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini, "lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! " Dia pun melanjutkan argumentasinya.
"Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.
Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.
Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.
Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.
Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Ini bukanlah untuk menunjukan bahwa negara lain lebih hebat daripada negara Indonesia, tapi marilah kita mencontoh sesuatu yang baik darimanapun negaranya.
Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.
Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.
Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti." Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.
Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.Melahirkan Kehebatan
Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.
Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh. Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.
Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.
Sumber : Milis Yahoogroups
Labels:
opini,
Rhenald Kasali
Subscribe to:
Posts (Atom)